Cianjur – Komitmen sinergitas antara TNI dengan unsur pemerintah daerah dan sektor kesehatan kembali diperkuat di Kecamatan Pacet. Danpos Pacet, Peltu Asep Hermawan, anggota Koramil 0608-04/Cipanas, menghadiri Lokakarya Mini Lintas Sektoral Puskesmas Sukanagalih Tahun Anggaran 2025. Acara yang berlangsung di Aula Puskesmas Sukanagalih dan dihadiri oleh Camat Pacet, perwakilan Kapolsek, Kepala Puskesmas, Ketua TP. PKK, Kepala Desa, serta para kader Posyandu se-wilayah kerja Puskesmas Sukanagalih. Pertemuan penting ini bertujuan mengevaluasi capaian kesehatan Triwulan III dan merumuskan solusi atas berbagai permasalahan kesehatan yang ada, Kamis (11/12/2025).
Lokakarya yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya ini memaparkan beberapa isu krusial yang memerlukan penanganan bersama. Salah satu sorotan utama adalah masih tingginya kasus Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB), khususnya dari Desa Sukanagalih, serta kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak di Desa Gadog. Diskusi juga membahas peningkatan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi dini kasus Sifilis dan HIV, yang rencananya dapat diintegrasikan melalui Posyandu mulai Januari 2026. Selain itu, upaya pencegahan stunting menjadi perhatian serius dengan adanya program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dan GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia).
Peltu Asep Hermawan, mewakili institusi TNI, menegaskan pentingnya kolaborasi antar-instansi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kehadiran TNI dalam forum lintas sektoral ini menunjukkan dukungan penuh terhadap program-program Puskesmas, mulai dari peningkatan standar Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) hingga penanganan masalah lingkungan seperti larangan membakar sampah plastik yang memicu penyakit pernapasan. Ia juga mengapresiasi upaya Puskesmas dan desa dalam meningkatkan peran kader, salah satunya dengan rencana kenaikan insentif kader menjadi Rp120.000,- pada tahun 2026.
“Kami melihat forum ini sebagai kunci keberhasilan program kesehatan di tingkat dasar,” ujar Peltu Asep Hermawan. “TNI siap mendukung penuh langkah-langkah strategis yang dihasilkan, khususnya dalam upaya pencegahan stunting dan penekanan angka kematian ibu dan bayi. Sinergi yang kuat antara Puskesmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pemerintah desa adalah pondasi utama untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat dan produktif.”
(Pendim0608)


Tinggalkan Balasan