Musyawarah Warga Benjot Sepakat Tolak Operasional Ternak Ayam, Babinsa Imbau Jaga Kondusivitas

Musyawarah Warga Benjot Sepakat Tolak Operasional Ternak Ayam, Babinsa Imbau Jaga Kondusivitas

Cianjur – Bertempat di SDN Sukamaju 1, Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, telah dilaksanakan musyawarah terkait perizinan pengoperasian ternak ayam petelur Benjot Farm. Pertemuan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini mempertemukan perwakilan perusahaan, Bapak Nurhuda, dengan sekitar 400 warga Kp. Pangkalan RT 02/RW 06. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Benjot Sopyan Sori, tokoh agama Habib Hamjah, serta jajaran TNI-Polri setempat untuk memastikan diskusi berjalan dengan tertib dan transparan, Jumat (16/01/2026).

Dalam musyawarah tersebut, pihak perusahaan mencoba memberikan jaminan serta sosialisasi mengenai sistem peternakan modern yang diklaim tidak akan menimbulkan bau maupun gangguan lalat. Namun, usulan tersebut mendapat penolakan tegas dari mayoritas warga yang hadir. Warga mengaku masih merasa trauma dengan pengalaman sebelumnya, di mana operasional peternakan serupa tetap menimbulkan dampak lingkungan yang mengganggu kenyamanan pemukiman mereka. Berdasarkan aspirasi tersebut, forum akhirnya menyepakati bahwa tidak akan ada kegiatan operasional peternakan di wilayah tersebut.

Babinsa Desa Benjot, Serka Dadang, yang hadir mengawal jalannya acara, memberikan penekanan penting pasca-tercapainya kesepakatan. Ia meminta seluruh warga untuk tetap tenang dan tidak menunjukkan sentimen negatif, baik kepada Kepala Desa maupun pihak perusahaan. Menurutnya, tindakan yang tidak terukur atau anarkis hanya akan merugikan warga itu sendiri. Serka Dadang memastikan bahwa situasi keamanan di lokasi tetap terkendali dan aman hingga seluruh rangkaian acara selesai.

Saat ditemui usai kegiatan, Serka Dadang memberikan testimoninya terkait hasil musyawarah tersebut. “Saya sangat mengapresiasi kedewasaan warga Kp. Pangkalan dalam menyampaikan pendapatnya melalui forum resmi ini. Musyawarah adalah jalan terbaik untuk mencapai mufakat. Meskipun hasilnya adalah penolakan, saya berharap semua pihak menerima dengan lapang dada. Tugas kami saat ini adalah memastikan tidak ada gesekan sosial yang muncul setelah keputusan ini diambil, agar kondusivitas Desa Benjot tetap terjaga,” pungkasnya.

(Pendim0608)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *