Babinsa Cijedil Cek TKP Musibah Anak Tenggelam di Kolam Wudhu Masjid Al Falah

Babinsa Cijedil Cek TKP Musibah Anak Tenggelam di Kolam Wudhu Masjid Al Falah

Cianjur – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Cijedil, Serka Kholidin, anggota Koramil 0608-05/Cugenang, melaksanakan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait musibah tenggelamnya seorang balita berinisial N (1,8 tahun) di kolam tempat wudhu Masjid Al Falah, Kampung Gg Lanjung 2, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. Kejadian naas tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu (17/12/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Babinsa bersama Kepala Desa dan Bhabinkamtibmas segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga untuk memastikan kronologi dan situasi di lapangan, Rabu (17/12/2025).

Peristiwa ini bermula saat ibu korban sedang berkunjung ke rumah kerabatnya untuk berkegiatan memasak bersama. Tanpa disadari, korban yang sebelumnya berada di dekat sang ibu lepas dari pengawasan. Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih lima menit, korban ditemukan di dalam kolam tempat wudhu masjid dalam kondisi sudah lemas. Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Cijedil dan dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur, nyawa balita tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, kolam tempat wudhu tersebut memiliki kedalaman sekitar 35 cm. Tim di lapangan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Desa telah meminta keterangan dari sejumlah saksi guna melengkapi laporan kejadian. Selain melakukan olah TKP sederhana, Babinsa juga turut membantu keluarga dalam menyiapkan prosesi pemakaman korban sebagai bentuk empati dan pelayanan kepada warga binaan.

Atas kejadian ini, pihak Koramil melalui Babinsa mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak, terutama saat berada di lingkungan yang dekat dengan area perairan atau kolam. Koordinasi antara aparat desa dan tokoh masyarakat terus diperkuat untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.

“Kami sangat berduka atas musibah yang menimpa keluarga almarhumah ananda Nimrah. Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa bahaya bisa datang di tempat yang tidak kita duga, bahkan di kolam sedalam 35 cm sekalipun. Saya berharap para orang tua lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak balita, terutama di area publik atau fasilitas umum yang memiliki genangan air, agar tragedi memilukan seperti ini tidak terulang kembali.” ujar Serka Kholidin.

(Pendim0608)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *