Cianjur – Komando Distrik Militer (Kodim) 0608/Cianjur menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh ruang diskusi yang konstruktif demi kemajuan daerah. Hal ini dibuktikan melalui kehadiran Perwira Seksi Teritorial (Pasi Ter) Kodim 0608/Cianjur, Kapten Inf. Ferrianto Permana yang akrab disapa Kapten Ferry, dalam kegiatan Simposium Demokrasi yang diselenggarakan oleh Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Cianjur (AMPC). Acara yang mengusung tema “Menguatkan Demokrasi Lokal Menyongsong Cianjur Istimewa dan Berkeadilan” tersebut berlangsung dengan tertib dan kondusif di Cafe Teteh, Desa Gadog, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Sabtu (16/5) sore.
Kegiatan simposium yang diikuti sekitar 50 peserta dari perwakilan organisasi kepemudaan, akademisi, aktivis, dan mahasiswa se-Kabupaten Cianjur ini menjadi wadah strategis untuk bertukar gagasan mengenai laju demokrasi di tingkat lokal. Selain dihadiri oleh pihak TNI, forum diskusi panel dan tanya jawab ini juga dihadiri oleh perwakilan Kapolres Cianjur (Kasikum Polres Cianjur Aiptu Agus Sumarno), perwakilan Bawaslu Cianjur (Iyan Sopyan), serta perwakilan Baperida Cianjur (Ahmad Zaelani). Kehadiran jajaran narasumber dari berbagai unsur aparat keamanan dan pemerintahan ini menjadi bukti nyata keterbukaan instansi publik terhadap aspirasi kritis generasi muda di Cianjur.
Sebagai tema utama dan representasi pimpinan TNI di wilayah teritorial Cianjur, Kapten Inf. Ferry memberikan tanggapan yang sangat terbuka dan edukatif saat sesi diskusi panel, khususnya ketika merespons pertanyaan kritis dari peserta mengenai kebebasan berpendapat dan dinamika hukum nasional. Perwira yang baru bertugas dua bulan di Cianjur dan memiliki latar belakang di satuan Yonif Raider 300 ini menyatakan bahwa ruang diskusi seperti ini sangat penting sebagai fungsi kontrol sosial masyarakat terhadap jalannya roda pemerintahan maupun kebijakan aparat penegak hukum.”Dalam kehidupan sehari-hari, tentu ada kebijakan-kebijakan yang dirasa kurang pas. Di sinilah fungsi mahasiswa dan masyarakat untuk mengingatkan kita semua. Kami sebagai TNI, kalau memang kami melenceng atau berbuat salah, silakan diingatkan. Tentara Indonesia lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Intinya, tidak ada satu pun dari kami yang berniat berbuat di luar koridor hukum yang berlaku,“ ujar Kapten Inf. Ferry dalam testimoninya di hadapan para mahasiswa.
Menutup penyampaiannya, Kapten Ferry mengapresiasi semangat idealisme para pemuda Cianjur dan optimis bahwa wilayah Cianjur akan tetap aman dari tindakan-tindakan represif yang mencederai nilai demokrasi. Rangkaian acara simposium ini diakhiri pada pukul 18.30 WIB setelah pembacaan Trisila Aliansi Pemuda Mahasiswa Cianjur yang berkomitmen pada kemanusiaan, menjaga alam, serta mengawal akuntabilitas demokrasi yang sehat di Kabupaten Cianjur.
(Pendim0608)


Tinggalkan Balasan