Cianjur – Sertu Suparman, selaku Babinsa Desa Cidadap, melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan material tanah dan penyaluran bantuan sosial (baksos) kepada warga yang terdampak bencana alam di wilayah Kecamatan Campaka pada Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Cidadap, Bapak H. Budiman, sebagai respons cepat terhadap serangkaian kejadian banjir kecil dan tanah longsor yang terjadi serentak di empat titik lokasi pada Minggu malam sebelumnya. Bencana tersebut dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi sehingga mengakibatkan pergeseran tanah dan meluapnya aliran sungai.
Bencana alam ini menerjang beberapa titik, di antaranya Kp. Cikekep, Kp. Ciranca, Kp. Sindang Kasih, dan Kp. Cimapag, yang mengakibatkan kerusakan bangunan mulai dari dapur hancur hingga tembok pagar yang ambruk. Meskipun total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 52 juta dari seluruh lokasi, Sertu Suparman melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 4 Kepala Keluarga dengan total 15 jiwa terpaksa harus mengungsi sementara waktu karena kondisi rumah mereka yang mengalami kerusakan cukup berat akibat tertimbun longsor maupun terkikis banjir.
Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama perangkat Pemerintah Desa (Pimdes) Cidadap bahu-membahu membersihkan sisa-sisa material tanah yang menimpa hunian warga agar akses dan kebersihan lingkungan segera pulih. Selain pembersihan fisik, penyaluran bantuan sosial juga dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah setempat untuk meringankan beban ekonomi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat ini memastikan bahwa penanganan pascabencana berjalan dengan aman, tertib, dan tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan.
Mengenai kegiatan ini, Sertu Suparman menyatakan bahwa aksi cepat ini merupakan kewajiban Babinsa untuk selalu hadir sebagai solusi di tengah kesulitan rakyat. “Kami dari jajaran Babinsa berkomitmen untuk terus mengawal proses pemulihan ini hingga warga merasa aman kembali. Pendapat saya, semangat gotong royong antara TNI, pemerintah desa, dan warga adalah kunci utama dalam menghadapi ujian bencana seperti ini; bantuan sosial yang diberikan mungkin tidak mengganti seluruh kerugian, namun diharapkan dapat memberikan kekuatan moral dan fisik bagi para korban untuk segera bangkit,” pungkasnya.
(Pendim0608)


Tinggalkan Balasan