Sikapi Longsor di Campakamulya, Peltu Rachmat Imbau Warga Desa Sukabungah Tetap Waspada

Sikapi Longsor di Campakamulya, Peltu Rachmat Imbau Warga Desa Sukabungah Tetap Waspada

Cianjur – Bencana alam tanah longsor melanda dua titik di Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, tepatnya di Kampung Jambudipa dan Kampung Bojongkopo pada Selasa (03/02) sekira pukul 16.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan jalan lingkungan sepanjang 15 meter terputus total terbawa longsor sedalam 7 meter. Selain memutus akses jalan, longsoran tersebut juga mengancam keselamatan warga sekitar dan menyebabkan kerusakan material pada dua unit rumah milik Bapak Isep Septiawan dan Ibu Ai Dewi di Kampung Bojongkopo dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp20.000.000.

Merespons kejadian tersebut, Babinsa Desa Sukabungah, Peltu Rachmat, langsung bergerak cepat meninjau lokasi bencana untuk melakukan pendataan dan pengamanan area. Setibanya di lokasi, Peltu Rachmat berkoordinasi dengan aparat desa setempat untuk memetakan dampak kerusakan serta memasang tanda bahaya di area jalan yang terputus agar tidak dilalui warga. Langkah ini diambil sebagai upaya deteksi dini guna mencegah adanya korban jiwa, mengingat kondisi tanah di lokasi tersebut masih dinilai labil dan rawan terjadi longsor susulan.

Di sela-sela peninjauan, Peltu Rachmat menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap cuaca ekstrem yang sedang berlangsung. “Tugas kami adalah memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Mengingat curah hujan yang masih tinggi, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang rumahnya berada di dekat tebing atau area retakan, untuk selalu waspada. Jika terjadi pergerakan tanah sekecil apa pun, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan laporkan kepada kami atau aparat desa,” tegas Peltu Rachmat.

Saat ini, situasi di lokasi bencana telah dilaporkan secara resmi ke Komando Atas untuk mendapatkan arahan dan penanganan lebih lanjut. Sinergi antara Babinsa dan instansi terkait terus diperkuat guna memantau perkembangan di lapangan serta mengantisipasi dampak bencana alam lainnya. Berkat respon cepat Peltu Rachmat dan aparat desa, area bahaya kini telah terisolasi dengan batas pengaman, sementara warga diimbau untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.

(Pendim0608)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *