CIANJUR – Babinsa Desa Gasol, Koptu Joko Santoso, menghadiri sekaligus mengawal jalannya proses musyawarah dan mediasi terkait permasalahan temuan makanan yang diduga basi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Cugeunang. Mediasi tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cugeunang, Senin (15/12/2025).
Pertemuan ini dilakukan menyusul adanya video viral mengenai temuan dua bungkus lontong ayam yang diduga tidak layak konsumsi dari dapur MBG Yayasan Indung Ringkang Binangkit. Mediasi dihadiri oleh Camat Cugeunang, Kepala Desa Gasol, perwakilan yayasan, serta tokoh masyarakat (Ketua RW) setempat.
Selaku Babinsa yang bertugas mengayomi warga Desa Gasol, Koptu Joko Santoso menegaskan bahwa kehadirannya adalah untuk memastikan aspirasi warga terdengar dan situasi wilayah tetap kondusif.
“Kami hadir untuk memastikan adanya solusi yang objektif. Fokus utama kami adalah kesehatan warga, terutama balita penerima manfaat. Melalui mediasi ini, kita mencari jalan tengah agar kualitas pelayanan program MBG ke depan lebih terjamin dan tidak ada lagi warga yang merasa khawatir,” ujar Koptu Joko Santoso.
Koptu Joko juga menambahkan bahwa sinergi antara pihak kecamatan, desa, dan aparat keamanan akan terus ditingkatkan dalam fungsi pengawasan program tersebut. “Tugas kami adalah mendampingi dan mengawal agar program pemerintah ini tepat sasaran dan berkualitas,” tambahnya.
Dalam musyawarah tersebut, beberapa pihak menyampaikan klarifikasi dan komitmen, yakni Camat Cugeunang, Ali Akbar Menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pihak pengelola maupun UMKM yang terlibat. Ia meminta setiap kendala di lapangan segera dilaporkan kepada tim pengawas (Kecamatan, Koramil, dan Polsek).
Sementara Kades Gasol, Siti Ucu Holisoh selaku mitra yayasan, menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan pelayanan dan berkomitmen melakukan perbaikan pada dapur produksi agar kejadian serupa tidak terulang.
Sedangkan Aspirasi Warga (Ketua RW 03 & 01), Hendra dan Maman meminta transparansi dan pertanggungjawaban berupa permohonan maaf langsung kepada warga penerima manfaat serta perbaikan sistem distribusi makanan.
Mediasi yang berakhir pada pukul 14.30 WIB ini menghasilkan kesepakatan bahwa pihak pengelola Dapur MBG Yayasan Indung Ringkang Binangkit sepakat untuk segera meminta maaf kepada warga penerima manfaat yang terdampak dan melakukan pembenahan manajemen dapur secara total.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan aman dan lancar. Semua pihak sepakat untuk mengedepankan evaluasi demi kemajuan bersama,” tutup Koptu Joko Santoso.
(Pendim0608)


Tinggalkan Balasan