Cianjur – Peringatan Hari Pohon Sedunia Tahun 2025 di Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, diwarnai dengan penanaman 5.000 bibit pohon sebagai upaya nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan. Kegiatan yang mengambil tema “Ayo Jaga Bumi, Jaga Lembur, Hejoken Leweung” ini diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan (Dishut) Cianjur bertempat di Yayasan Gen Tanggguh Mulia Kp. Pasir Sapi, dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, mulai dari perwakilan kementerian, BUMN, kepala desa, ketua yayasan, hingga perwakilan kelompok tani se-Jawa Barat, Jumat (21/11/2025).
Acara yang berlangsung kondusif ini dimulai pukul 07.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan laporan panitia dan sambutan-sambutan. Ketua Panitia, Ibu Iis, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan komitmen berkelanjutan, terutama mengingat tanggal 21 November juga bertepatan dengan bencana gempa besar yang pernah melanda, menghancurkan hampir 70% rumah di Desa Sukamulya. Senada, perwakilan dari Kementerian Pertanian RI, Bapak Hamdani Syarif, menekankan pentingnya sektor pertanian sebagai garda terdepan untuk menjaga ketahanan pangan, bahkan di masa sulit, dan menegaskan bahwa peningkatan swasembada pangan adalah tugas utama yang memerlukan kerja sama dari semua pihak.
Tepat pukul 07.30 WIB, penanaman 5.000 pohon pun dilaksanakan. Bibit pohon sebanyak 8 jenis yang ditanam, seperti Kayu Putih, Sengon, Pucuk Merah, Suren, Manglid, Mahoni, Alpukat, dan Kopi, merupakan bantuan langsung dari Gubernur Jawa Barat. Kegiatan ini ditutup sekitar pukul 09.30 WIB setelah serangkaian agenda penanaman pohon. Meskipun Menteri Pertanian RI dan Gubernur Jabar batal hadir, semangat peserta yang didominasi oleh perwakilan petani organik dari 10 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat untuk menghijaukan kembali kawasan tersebut.
Babinsa Desa Sukamulya, Serka Sarwono, Perwakilan dari Koramil 0608-05/Cugenang, memberikan kesaksiannya terkait acara ini. “Penanaman 5.000 pohon hari ini di Sukamulya adalah langkah yang sangat positif dan harapan baru bagi desa kami,” ujar Serka Sarwono. “Setelah musibah gempa, upaya ‘Hejoken Leweung’ atau menghijaukan hutan ini menjadi simbol kebangkitan dan kepedulian kita terhadap alam. Kami sebagai Babinsa akan terus mendukung dan mengawal kelestarian pohon-pohon yang sudah ditanam ini, semoga bisa memberi manfaat ekologis dan ekonomis bagi warga Sukamulya di masa depan.”
(Pendim0608)


Tinggalkan Balasan